Sudah 1 Tahun Diresmikan, PDAM Sei Lala Belum Punya Pelanggan

Minggu,08 September 2013 | 02:39:00
Sudah 1 Tahun Diresmikan, PDAM Sei Lala Belum Punya Pelanggan
Ket Foto :
SEI LALA - Setelah menelan dana hingga milyaran rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan APBN, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Sei Lala, Inhu sejauh ini belum mampu memberikan kontribusi apa-apa terhadap daerah, bahkan biaya operasional nya saja hingga saat ini diperkirakan masih minus.
 
Hal itu disebabkan PDAM tersebut sejak diresmikan awal 2013 lalu tidak berfungsi sebagai mana mestinya hinggga saat ini, karena tidak satu pelangganpun yang berlangganan dengan perusahaan milkik daerah itu.
 
Hal ini tentu sangat merugikan daerah, setelah milyaran uang daerah ditelan dalam pembangunan PDAM tersebut, kini PDAM bagaikan tidak ada guna, karena tidak bisa menghasilkan keuntungan dan kontribusi yang jelas terhadap daerah sebagai mana layaknya perusahaan meraih keuntungan dari sebuah program yang sudah direncanakan.
 
Selain itu, tidak adanya masyarakat yang berlangganan dengan PDAM tersebut, diduga akibat kurang bagusnya mutu air yang dihasilkan oleh perushaan pengelola air tersebut, terlebih lagi sumber air yang digunakan oleh PDAM Sei Lala adalah air dari Sungai Lala itu sendiri yang diketahui sungai tersebut diduga sudah tercemar oleh perkebunan kelapa sawit milik perusahaan dan masyarak sekitar.
 
Salah seorang warga Kecamatan Sungai Lala sebut saja Tomas Sabtu, (7/9/) mengatakan, masyarakat disini tidak ada yang mau memasang PDAM kerumahnya untuk berlangganan, karena selain sumber air yang mereka olah kumuh, hasil olahan PDAM tersebut sangat tidak bersih alias keruh.
 
"Sumber air yang digunakan PDAM dinilai sudah terkontaminasi aau tercemar oleh bahan kimia, sepertihalnya pupuk dan racun semprot rumput, sebab aliran Sungai Lala berada diantara perkebunan kelapa sawit milik perushaan dan masyarakat, otomatis air sungai tersebut sudah tercemar", tandas laki-laki paroh baya itu singkat.
 
Selain itu, banyak pihak menilai pembangunan PDAM sungai lala adalah syarat dan kepeningan, karena pembangunan tersebut ibarat ajang menghamburkan anggaran pemerintah. Seperti halnya yang disampaikan Defrianto yang juga akifis Pembangunan Riau, "kita menilai pembangunan tersebut tidak tepat sasaran, perencanaan nya sangat tidak matang, sehingga anggaran daerah yang ditelan hingga milyaran rupiah tersebut tidak dibutuhkaan masyarakat setempat, alangkah lebih baik anggaran tersebut dibangunkan dalam bentuk lain yang manfaatnya bisa dinikmati oleh masyarakat", sebutnya.
 
Ditambahkannya, bisa saja dibangun sarana PDAM, namun didaerah yang membutuhkan, seperi halnya di daaerah Kecamatan Renga Barat yang masyarakatnya masih banyak yang membuuhkan PDAM sebagai sumber air bersih, ujar Defrianto menabahkan.
 
Dari informasi yang berhasil dirangkum di lapangan, masyarakat Sei Lala yang berada di sekitar lokasi PDAM tersebut rata-rata sudah memilikisumber air sendiri, seperti halnya Sumur Bor, Sumur Cincin, maupun Sumur Gali yang mutu air nya sangat bagus, sehingga hal ini sangat berdampak dengan keinginan masyarakat Sei Lala untuk berlangganan dengan PDAM.
 
Sementara itu,  Direktur PDAM Tirta Indra Kabupaten Inhu sebagai Induk PDAM Sungai Lala Ahmad Apis saat seperti diberitakan GoRiau.com mengatakan, sampai saat ini PDAM Kecamatan Sei Lala masih beroperasi kendati belum belum memiliki pelanggan, kita berharap kedepannya PDAM tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya, harap Apis. (rep03)
 
Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
Nama Lengkap:
Email:
Komentar Anda:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Rabu,17 September 2014 - 10:23:00 WIB

Tim Tim Unggulan Perkasa, Arsenal Kalah 0-2

Rabu,17 September 2014 - 10:22:00 WIB

Kanker Serviks, Penyakit Pembunuh Perempuan Nomor Satu

Rabu,17 September 2014 - 10:22:00 WIB

Bisnis Seks Dolly Berpindah ke Kembang Kuning

Rabu,17 September 2014 - 10:21:00 WIB

ISIS Ancam Bunuh Paus Fransiskus

Rabu,17 September 2014 - 10:21:00 WIB

Jokowi Seleksi 200 Nama untuk Kabinet

Rabu,17 September 2014 - 10:09:00 WIB

Tour de Siak Empat Etape, Ini Rinciannya

Rabu,17 September 2014 - 10:03:00 WIB

Kualitas Udara di Pekanbaru Sudah Tidak Sehat

Rabu,17 September 2014 - 10:01:00 WIB

Pakai Calo, Tak Akan Lulus CPNS